Rabu, 11 Juli 2012

Kecukupan harta dan kekayaan ada dalam kebesaran jiwa

Diriwayatkan bahwa ada seorang lelaki bertanya pada Abdullah bin Amru bin Aash Rodhiyallaahu 'Anhu:

"Apakah aku bukan termasuk seorang Muhajirin yang miskin ?"

Abdullah bin Amru bin Aash balik bertanya: 

"Apakah engkau mempunyai seorang isteri yang kau hidupi ?"

Orang itu menjawab: "Ya ada"

Abdullah bin Amru bin Aash bertanya lagi: 

"Apakah engkau mempunyai tempat tinggal yang didiami ?"

Orang itu menjawab: "Ya ada"

Abdullah bin Amru bin Aash berkata lagi: 

"Engkau termasuk orang kaya"

Orang itu menanggapi kembali: 

"Bahkan saya punya pelayan"

Mendengar hal itu Abdullah bin Amru bin Aash berkata: 

"Jikalau begitu keadaanmu, maka kau termasuk golongan raja-raja" (H.R. Muslim).

Walhasil, Kecukupan harta dan kekayaan ada dalam kebesaran jiwa, karena sesungguhnya kecukupan itu sendiri dengan menggunakannya dengan baik apa yang dimiliki, dan membuang ketergantungan pada angan-angan itu merupakan rahasia kemenangan terhadap kondisi lingkungan dan keadaan yang dihadapi.

Ingatlah akan sabda Nabi Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam:

"Tidaklah terbit matahari, melainkan ikut pula bersamanya dua malaikat yang memperdengarkan kepada seluruh penghuni bumi selain dari jin dan manusia, kata mereka, 'Wahai manusia, bersegeralah kalian kepada Tuhanmu, sesungguhnya yang sedikit tapi mencukupi itu lebih baik daripada yang banyak tapi melalaikan'

Dan tidaklah terbenam matahari, melainkan ikut pula dua malaikat yang menyerukan, 'Ya Allah berikanlah segera ganti kepada orang yang memberi, dan segerakan pula kebinasaan bagi mereka yang tidak mau memberi' ". (H.R. Al-Mundziry).

Walloohu Wa Rosuuluhu A'lam.

Tidak ada komentar: