Suatu ketika Rasuulullaah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, membesuk seorang Arab desa yang sedang menderita sakit demam. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut, dengan sabda beliau:
"Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosa".
Orang Arab yang sakit itu menjawab:
"Namun yang ku rasakan saat ini demam yang sangat mendidih, yang meninmpa diriku seorang yang tua renta, untuk menyerekku ke liang kubur"
Mendengar keluhan demikian, maka Baginda Rasuulullaah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, bersabda:
"Kalau begitu, akan seperti apa yang engkau pikirkan".
Jadi, kebahagiaan, kesengsaraan, kesejahteraan, kedamaian dan ketenangan jiwa, muncul dan tumbuh dari dalam diri manusia itu sendiri. Sejatinya dia sendirilah yang memberi warna pada kehidupannya dengan warna-warna yang putih bersih atau warna hitam kelam, artinya bahwa warna kehidupan itu senantiasa akan mirip dengan wadah yang akan dihiasinya.
Rasuulullaah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, Bersabda:
"Barangsiapa rela, maka baginyalah kerelaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian". (H.R. At-Turmudzi).
Walloohu Wa Rosuuluhu A'lam.
"Semoga penyakitmu ini menjadi penawar dosa".
Orang Arab yang sakit itu menjawab:
"Namun yang ku rasakan saat ini demam yang sangat mendidih, yang meninmpa diriku seorang yang tua renta, untuk menyerekku ke liang kubur"
Mendengar keluhan demikian, maka Baginda Rasuulullaah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, bersabda:
"Kalau begitu, akan seperti apa yang engkau pikirkan".
Jadi, kebahagiaan, kesengsaraan, kesejahteraan, kedamaian dan ketenangan jiwa, muncul dan tumbuh dari dalam diri manusia itu sendiri. Sejatinya dia sendirilah yang memberi warna pada kehidupannya dengan warna-warna yang putih bersih atau warna hitam kelam, artinya bahwa warna kehidupan itu senantiasa akan mirip dengan wadah yang akan dihiasinya.
Rasuulullaah Shallallaahu 'Alaihi wa Sallam, Bersabda:
فَمَنْ رَضِيَ فَلَهُ الرِّضَا وَمَنْ سَخِطَ فَلَهُ السُّخْطُ
(رواه الترمذى)
"Barangsiapa rela, maka baginyalah kerelaan, dan barangsiapa benci maka baginyalah kebencian". (H.R. At-Turmudzi).
Walloohu Wa Rosuuluhu A'lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar